Halaman

Sabtu, 16 Februari 2013

Perencanaan Lahan



contoh berikutnya adalah orientasi tapak/lahan/kaveling terhadap arah angin, suhu udara, luas tapak dan lokasi.

Dalam perencanaan dan perancangan lahan yang juga penting untuk diperhatikan adalah sebagai berikut :

A. Arah Angin
Bila memilih lahan di dekat pantai hal yang harus di perhatikan adalah pergerakan angin laut ke arah darat yang terjadi dari pagi hingga malam hari dan pergerakan angin darat yang terjadi dari malam hingga dini hari. Tapak bisa direncanakan dan dirancang sedemikian rupa sehingga pergerakan angin laut menuju darat tidak terlalu berdampak di areal lahan yang dirancang.
Begitu juga bila memilih lahan di sekitar lembah dan pegunungan yang harus diperhatikan adalah pergerakan angin lembah pada sore hingga malam hari dan angin pegunungan pada pagi hingga sore hari.

B. Suhu udara
Suhu udara yang baik untuk suatu ruangan berkisar antara 20°C - 25°C dengan kelembaban berkisar 55% - 70%. Bila kita memiliki tapak/lahan/kaveling di lingkungan yang relative cukup panas dan lembab maka sebaiknya tapak/lahan tersebut dirancang untuk dapat mengurangi suhu panas dan kelembaban yang akan terjadi pada bangunan dengan salah satu cara membuat area untuk vegetasi peneduh yang cukup dan mengolah tapak/lahan sedemikian rupa sehingga sirkulasi udara dapat mengalir dengan baik.

C. Luas Tapak
Luas tapak/lahan/kaveling berdampak kepada pengolahan site.Bila kita memilih/mempunyai tapak yang luas maka dapat direncanakan dan dirancang pengolahan tapak secara horizontal dengan metode cut and fill pada tapak.

D. Lokasi
Lokasi tapak/lahan/kaveling juga turut menjadi pertimbangan didalam merencanakan dan merancang tapak yang baik karena aktifitas dan kegiatan di tapak/lahan/kaveling tersebut nantinya akan berkaitan dan berintegrasi dengan lingkungan sekitar lokasi tapak/lahan/kaveling itu berada.



Kondisi Lahan

Dalam merencanakan dan merancang tapak yang juga harus diperhatikan adalah:

A. Jenis Tanah
Mengetahui jenis tanah yang ada diperlukan agar perencanaan dan perancangan dapat berhasil dengan baik karena akan berdampak kepada pengolahan tapak terutama untuk penentuan struktur dan konstruksi.Bila jenis tanah tidak sesuai maka perlu direncanakan untuk dilakukan rekayasa tanah agar didapat rancangan tapak yang ideal.

B. Kontur Tanah
Bila kita memilih tapak/lahan/kaveling yang berkontur/bertingkat dapat dijadikan sebagai potensi yang selaras dengan perencanaan dan perancangan tapak/lahan/kaveling tanpa harus melakukan pengolahan tanah melalui metode cut and fill yang banyak.

C. Ketinggian Tanah
Ketinggian tanah sangat berpengaruh kepada perencanaan dan perancangan tapak terhadap lingkungan sekitar yang berdampak kepada sistem drainase,plumbing dan sanitasi.Secara sederhana bila kita mempunyai ketinggian tapak yang relative rendah terhadap lingkungan maka dapat direncanakan dan dirancang pengolahan tapak dengan cara pengurugan tanah baru pada tapak setinggi > 60 cm terhadap as jalan terdekat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar