Laman

Sabtu, 16 Februari 2013

Seni Ukir

Ukiran Dayak Kalimantan


Ukiran adalah kegiatan mengolah permukaan suatu objek trimatra dengan membuat perbedaan ketinggian dari permukaan tersebut sehingga didapat imajinasi tertentu. Mengukir sering dihubungkan pula dengan kegiatan memahat. Namun dua kegiatan ini berbeda, sebab memahat lebih bertujuan untuk menghasilkan benda tiga dimensi, misalnya patung dsb.
 
Ukiran Dayak merupakan kerajinan yang awalnya diciptakan oleh suku yang mendiami Pulau Kalimantan. Seni ukir pada kayu ulin ini memiliki bentuk yang dekat sekali dengan alam seperti bentuk wajah dan tubuh manusia, tumbuhan, bunga anggrek, serta satwa. Ini juga menjadi ciri khas Suku Dayak dalam membuat perkakas untuk keperluan rumah tangga dan bentuk rumah adat mereka.

Rumitnya Ukiran Dayak
Masyarakat Indonesia telah mengenal berbagai jenis ukiran populer yang berasal dari Bali, Jepara, Yogyakarta, dan bahkan Cina. Hal ini dikarenakan ukiran tersebut lebih mudah dipahami dengan harga terjangkau dan mudah didapatkan di tempatnya berasal atau sebagai komoditas ekspor dan impor yang tersebar secara merata ke berbagai pelosok dunia.
Ukiran Dayak terkenal dengan kerumitan coraknya. Setiap goresan pahatnya mengandung makna yang mendalam. Satu ukiran yang dibuat dapat bercerita tentang penggalan ritual adat yang dilakukan dan tersisip doa-doa dalam kepercayaan Suku Dayak.
Pengrajin ukiran ini dahulu memahat langsung kayu ulin dengan melihat tanda-tanda di sekitar alam. Seiring perkembangan zaman dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan komoditas yang bernilai ekspor ini, pengerjaan ukiran Dayak dilakukan dengan melihat contoh sketsa dengan lama pengerjaan sekitar 3 sampai 4 bulan.
Seni ukiran Dayak bernilai jual relatif mahal dibandingkan seni ukiran dari Bali atau Jepara karena kerumitan ini. Tiap detilnya mengandung unsur kepercayaan yang tinggi terhadap nenek moyang.
 
Didalam perencanaan dan perancangan suatu bangunan/hunian kita dapat mengaplikasikan ukiran sebagai ornamen estetika atau bahkan untuk mempertegas langgam suatu bentuk arsitektur tradisional.
 
sumber dari Galeri Satsui Tubun

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar